Showing posts with label Motivation. Show all posts
Showing posts with label Motivation. Show all posts

Sunday, September 25, 2011

Memulai Untuk Merubah Hidup


Perubahan atau dalam bahasa asing sering disebut Changes. Untuk memulai perubahan, mulai dengan niat. Niatkan Kita Ingin berubah. Kita tau banyak orang yang mau berubah termasuk saya sendiri, tapi tidak mengetahui dengan jelas apa yang diinginkan, mari kita sama-sama renungi, apa yang kita inginkan sekarang......


Yang terpenting saat ini bukanlah menanti sebuah perubahan ke arah yang lebih baik akan tetapi , mari kita jemput perubahan dengan segenggam harapan. Tancap dan hujamkan dalam hati, bahwa "SAYA HARUS BERUBAH" bagaimanapun besarnya perubahan, hal itu merupakan hasil konsistensi kita dalam melangkah. Tak ada seribu langkah tanpa ada langkah pertama dan seterusnya.

Sekarang dan saat ini adalah waktu yang tepat untuk kita berubah. Mulailah perubahan dari diri kita. Sekacil apapun itu, hargailah diri anda atas perubahan yang telah anda capai... Suatu saat nanti kita akan mengerti bahwa anda adalah aset terbesar dalam dunia. Karena otak kita sama dengan otak manusia lain. Berpikir dan berjiwa besar. Ingat.... ingat...!!! persepsi dalam pikiran anda tentang diri anda, akan menentukan arah jalan kemana anda akan melangkah. Ketika perubahan itu berhasik kita capai, mulailah tanyakan pada diri kita " Apakah kita sudah membuat orang lain berhasil bersama dengan kita...?"

Setiap kesempitan pasti ada kemudahan. Kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditakutkan dalam hidup ini, Saya dapat pelajaran yang sangat berharga dalam sebuah kutipan bacaan dari potongan-potongan artikel di majalah maupun di web atau blog yang mengatakan "Life is game, sometimes you WIN and sometimes you LEARN" jadi dalam kamus saya pribadi tidak ada kata gagal yang ada belajar... setuju... :)

Untuk mulai berubah, pertama niat untuk berubah secara spesifik, kemudian bersyukur. Jika kedua hal ini sudah dilakukan, maka hal lain yang diperlukan akan mengikuti. Kita tidak pernah tahu batas kemampuan kita, sebelum kita berani mencoba dan berjuang untuk orang yang kita sayangi.

sumber: http://redeagle21.blogspot.com

Tuesday, May 24, 2011

Tips Rahasia agar Otak Tetap Sehat dan Cerdas


Dalam era glabalisasi atau era persaingan dibutuhkan semangat dan motivasi yang besar untuk menatap kehidupan yang cerah. Tuntutan zaman yang membuat kita harus saling berkompetensi, siapa yang kuat, pandai, cerdas, dan kreative, merekalah orang-orang yang siap bersaing di era baru ini. Banyak masalah-masalah yang harus kita hadapi dan selesaikanuntuk itu otak kita harus selalu tenang dan mengatasi masalah dengan cerdas. Maka dalam postingan ini saya mau berbagi tips agar otak kita bisa tetap sehat dan cerdas yaitu


1.Memakan makanan yang sesuai untuk perkembangan otak
Misalnya, makanan yang banyak mengandung antioxidant ( buah-buahan), omega3 (telur, ikan dll). Hindari lemak yang berlebihan.

2. Olah raga otak
Otak juga butuh olah raga dengan cara mengisi TTS, rekreasi dan tentu saja berbagai jenis olah raga lainnya.

3.Tidur atau Istirahat yang cukup
Professor Fotini" menyatakan bahwa sebagian besar manusia beraktifitas di siang hari, sehingga malam hari haruslah digunakan sebagai waktu tidur. Walau pun kita tertidur namun sel-sel otak tetap bekerja. Jika tiga hal tersebut Anda lakukan, insyaAllah akan terhindar dari penyakit pikun.

Friday, October 15, 2010

Tips Bisa Cepat Naik Jabatan


Cepat tidaknya sukses yang diraih seseorang dalam berkarier, dipengaruhi berbagai faktor. Salah satu faktor terbesar ternyata berasal dari diri sendiri.

Karena itu, jika ingin mendapatkan promosi jabatan lebih cepat, ada dua hal penting yang harus diperhatikan. Yaitu, konteks (penampilan) dan konten pribadi (kinerja) Anda. Jika dapat memamerkan dua hal ini, karier Anda akan melesat lebih cepat.

Berikut tips meningkatkan konteks dan konten Anda agar performa Anda meningkat dan berada di atas rata-rata:




1. Meningkatkan konteks

Konteks pada diri adalah apa yang orang lain dapat lihat dan dengar diri Anda. Karenanya, jaga dan tingkatkanlah tiga hal berikut:

- Your appearance (penampilan). Tujuannya agar orang kagum dan salut kepada Anda, dan tak ada peluang bagi seseorang untuk mencela, apalagi merendahkan Anda.

- Your word (tutur kata). Dengan begitu siapapun yang berurusan dengan Anda akan merasa nyaman dan paham bahwa Anda pribadi yang berkualitas.

- Your action (tindakan). Hasilnya, semua orang tahu, Anda bukan pribadi yang suka menunda-nunda pekerjaan, dan bukan pula pribadi yang suka meninggalkan pekerjaan sebelum pekerjaan itu tuntas.

2. Meningkatkan Konten

Konten adalah value dalam diri Anda yang menunjang konteks dalam mencapai kesuksesan. Maka itu, jaga dan tingkatkan tiga hal berikut:

- Knowledge (ilmu pengetahuan). Agar Anda memiliki pengetahuan yang cukup dalam bidang pekerjaan maupun yang terkait dengannya. Wawasan luas yang Anda miliki akan menuai keuntungan saat Anda berbincang dengan rekan bisnis atau atasan.

- Skill (kemampuan). Tujuannya, agar Anda dapat menunaikan pekerjaan dengan baik dan Anda mahir dalam pekerjaan itu.

- Attitude (perilaku). Agar semua orang, terutama atasan Anda, mendapat kesan positif tentang Anda, sehingga jalan menuju sukses terbuka lebar.

Saturday, September 25, 2010

Motivasi : 10 Tips Hidup bahagia


Senang dan susah adalah pernak pernik dari kehidupan ini. Saat kita mendapat kebahagiaan sebagian orang ada yang sampai lupa daratan jikalau mendapat kesedihan yang lain ikut jadi korbannya. Semua orang ingin bisa selalu bahagia, tertawa dan tersenyum bersama dengan cerahnya mentari di kala pagi. nih gue berbagi 10 tips yang kudapat dari baca-baca artikel, Moga bermanfaat !

10 Tips itu antara lain yaitu :


1. JANGANLAH KUATAIR
karena kekuatiran adalah penyebab aktivitas dan pikiran kita tidak produktif

2. JANGAN BIARKAN KETAKUTAN-KETAKUTAN YANG TAK BERALASN MENGUASAI HIDUPMU.
karena kebanyakan sesuatu yang kita takutkan tidak pernah terjadi.

3. JANGAN MENYIMPAN DENDAM.
karena hal inilah yang paling besar dan yang paling menyita energi seluruh hidup kita

4. SELESAIKAN SETIAP MASALAH SATU PERSATU.
soalnya hanya inilah cara menangani setiap persoalan...satu demi satu.

5. SEMUA MASALAH TAK PERLU DIBAWA TIDUR.
Sebab hal tersebut buruk dan tak sehat, biasakanlah tidur dengan nyaman.

6. JANGAN MENCOBA MENCAMPURI MASALAH ATAU URUSAN ORANG LAIN.
Sebab mereka memiliki cara sendiri untuk menangani setiap masalahnya.

7. JANGAN HIDUP PADA MASA LALU.
Nikmatilah masa lalu sebagai kenangan namun jangan tergantung padanya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini dan anda akan bahagia sekarang bukan hanya pada masa lalu.
8. JADILAH PENDENGAR YANG BAIK.
Karena saat menjadi pendengar, seseorang mendapatkan dan belajar ide-ide baru berbeda dari orang lain.

9. JANGAN BIARKAN RASA FRUSTASI MERUSAK DAN MENGATUR HIDUPMU.
Kasihanilah dirimu lebih dari segalanya dan aktiflah dengan kegiatan-kegiatan positif.
10.HITUNGLAH RAHMATMU.
Jangan pernah melupakan rahmat yang kita terima sekecil apapun.Semakin banyak rahmat kecil yg kita kumpulkan akan semakin berarti bagi hidup kita.

Tuesday, June 15, 2010

Cara Jitu Agar Gemar Menabung


Anda tidak perlu kaya raya untuk bisa menabung. Kebiasaan menabung bukanlah perkara mudah. Banyak yang mengeluh sulit menyimpan uangnya, bahkan dalam jumlah kecil. Umumnya masyarakat belum terbiasa disiplin menyisihkan uang untuk ditabung segera setelah mendapatkan penghasilan.

Hal ini kemungkinan terjadi karena beberapa faktor, yaitu pendapatan yang benar-benar minim dan hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan masyarakat umumnya tidak menentukan tujuan finansialnya dengan jelas.

Dari hasil Citi Financial Quotient Survey (Survey Kecerdasan Finansial) yang dilakukan setiap tahun, terlihat juga bahwa pergeseran kebiasaan menabung orang Indonesia tidak terlalu banyak berubah. Sekitar 47 % orang Indonesia sudah mulai menabung, sementara hanya 29 % yang taat kepada anggaran belanja yang dibuatnya.

Lantas bagaimana caranya untuk membiasakan agar kita mudah menabung. Berikut ini 10 cara mudah menabung:



1. Catat kebiasaan anda dalam sebulan

Anda tidak perlu kaya raya untuk bisa menabung. Sebenarnya menabung itu sangat mudah, selama pengeluaran Anda lebih kecil dari pendapatan. Sebelum Anda memutuskan untuk menghemat pengeluaran yang mana, Anda harus tahu bagaimana kebiasaan Anda dalam mengeluarkan uang setiap bulannya.

Untuk itu cobalah mulai bulan depan untuk mencatat pengeluaran harian, mingguan dan bulanan. Gunakan buku kecil yang mudah dibawa kemana-mana. Jangan kaget kalau ternyata kebiasaan ngopi yang hanya Rp 25.000 per minggu, sebenarnya bisa mencapai Rp 2 juta setahun. Jika Anda menemukan hal-hal seperti ini, maka berhematlah dengan cara membuat kopi sendiri atau biasakan membawa botol air minum kemanapun Anda pergi.

Begitu juga dengan pengeluaran yang lain, untuk beli baju tunggu saja waktu ada SALE dan tentukan batas anggaran yang bisa digunakan saat belanja.


2. Sisihkan uang untuk anda pribadi

Kunci kesuksesan menabung adalah untuk menyisihkan uang di awal, sebelum pembayaran hal-hal lain seperti membayar listrik, air dan cicilan. Tentukan tujuan jangka panjang dan secara reguler tabunglah uang Anda dalam tabungan ataupun investasi.

Jika Anda terbiasa untuk berbelanja dan baru berusaha menabung setelah ada sisa uang di akhir bulan, maka umumnya sisa uang yang ada di rekening Anda tidak banyak.

Jangan beri kesempatan untuk boros, siapkan dana hari tua, dana darurat, dan dana kuliah dengan cara automatic transfer. Setiap akhir bulan Anda akan merasa senang bahwa Anda sudah menyimpan sesuatu untuk masa depan.

3. Tentukan Tanggal
Jika Anda mendapat gaji bulanan maka tidak akan bermasalah untuk menentukan tanggal untuk menyisihkan dana, tapi bagi Anda yang menerima upah/gaji tiap dua minggu, maka tentukan satu dari dua tanggal tersebut untuk menyisihkan dana yang akan ditabung. Jika Anda wirausahawan, tentukan tanggal di tengah bulan di saat Anda tidak membayar tagihan-tagihan.

4. Bayarlah Utang Anda
Segera melunasi utang adalah salah satu cara terbaik untuk mempercepat Anda dalam menabung. Hal ini disebabkan karena bunga pinjaman lebih tinggi dari bunga tabungan.

5. Jaga terus disiplin anda

Setelah utang terbayar, maka teruslah sisihkan dana setiap bulannya ke tabungan, bahkan lebih baik lagi jika tersedia penarikan otomatis untuk dimasukkan ke investasi.

6. Motivasi diri anda untuk mencapai hasil yang besar

Tentukan apa yang Anda inginkan (Sofa Baru, Paket Liburan Keluarga, Home Theatre) dan ketahui berapa jumlah dana yang dibutuhkan, kemudian tentukan cara yang realistis seperti menabung reguler selama enam bulan. Letakkan gambar yang menunjukkan apa yang Anda impikan di meja kerja, kamar ataupun dompet agar Anda selalu ingat tujuan Anda menabung. Jadi tiap kali ada godaan diskon ataupun SALE di mal, Anda tidak mudah tergoda.

7. Buka rekening yang tidak bisa anda sentuh
Untuk pembelian dengan jumlah yang lebih besar, seperti down payment untuk rumah atau mobil, menabunglah perlahan dengan memanfaatkan deposito. Rekening ini umumnya memiliki tingkat bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa, dan jangka waktu yang periodenya telah ditentukan. Dengan demikian Anda tidak dapat menyentuhnya saat ada godaan untuk berbelanja, namun tetap dapat dicairkan saat terjadi keadaan darurat.

8. Gunakan Celengan atau toples untuk koin anda
Uang dalam bentuk koin sering dianggap tidak penting, padahal jika dikumpulkan sesuai dengan pepatah “sedikit sedikit lama lama menjadi bukit” Di saat toples atau celengan penuh bisa menambah jumlah tabungan Anda atau dapat digunakan untuk kebutuhan seperti membeli buku tulis anak, hadiah kecil dan lain-lain.

9. Kantongi bonus dan kejutan lainnya

Setiap kali Anda menerima bonus atau hadiah dalam bentuk tunai, langsung masukkan ke rekening tabungan. Uang ini bukan bagian dari penghasilan reguler Anda, sehingga jangan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari Anda dan simpanlah. Jika Anda memiliki utang, gunakanlah dana ini untuk melunasi utang Anda.

10. Biasakan Hidup Hemat
Terdapat banyak cara untuk berhemat tanpa harus menderita. Bawalah makanan dan air minum dari rumah, gunakan transportasi umum, berhenti merokok, berlibur di saat yang tidak padat (low season), manfaatkan diskon agar memperoleh barang yang Anda “butuhkan” dengan lebih murah, dan masih banyak lagi.

sumber:vivanews.com

Wednesday, May 19, 2010

Mengelola Keinginan


Seorang ibu yang memasuki usia lanjut menjadi sangat kurus dan sakit-sakitan memikirkan anak-anaknya yang belum menikah di usia matang dan juga anak lain yang mengalami perceraian.

Sementara Carol, murid SMA, hampir saja bunuh diri karena berturut-turut ditolak cintanya oleh dua gadis teman sekolahnya. Doni menyerang ibunya dengan kata-kata tajam karena ibunya banyak sekali menolak keinginannya.

Semua persoalan di atas bermuara dari adanya keinginan. Si ibu berkeinginan agar anak-anaknya hidup bahagia dalam perkawinan. Carol ingin diterima sebagai pacar gadis yang disayanginya. Doni memiliki banyak keinginan yang maunya terkabul semua. Sungguh, keinginan dapat membuat kita merasa menderita bila tidak tercapai.

Karena suatu keinginan tidak tercapai, ada kalanya seseorang putus asa. Ada yang melampiaskannya dengan usaha bunuh diri. Ada juga yang merespon dengan meniadakan keinginan yang menyebabkannya kecewa. Dapat diambil contoh, Bapak Ch, hingga lanjut usai ia memilih hidup lajang karena keinginannya untuk menyunting Tanti Yosepha tidak tercapai.

Bila keinginan tidak terpenuhi, kita dapat merasa kecewa, sedih, marah, dan merasa menderita. Bahkan seseorang dapat menderita (sakit fisik atau psikis) karena terlalu mengejar sesuatu hal dalam hidupnya.

Namun, meniadakan keinginan seperti Bapak Ch meniadakan keinginan untuk menyunting wanita juga tidak menjamin kebahagiaan. Yang penting adalah mengelola keinginan.

Keinginan yang kuat tetapi terkendali dan tidak egoistis, sangat dibutuhkan agar kita mengalami kemajuan serta hidup tenteram bersama orang lain. Keinginan yang terkendali disebut sebagai kehendak.

Hazrat Inayat Khan (1882- 1927), pendiri tarekat kesufian di Barat dalam bukunya yang berjudul asli Spiritual Dimensions of Psychology menyatakan pentingnya mempelajari eksistensi kehendak.

Hidup dan Keinginan
Sepanjang hidup, selalu ada keinginan dalam diri manusia. Keinginan atau motivasi merupakan penggerak perilaku. Untuk dapat berjalan, kita tidak hanya membutuhkan kaki sehat, tetapi juga perlu keinginan untuk berjalan.

Untuk bicara, kita tidak hanya memerlukan alat-alat tubuh untuk bicara, melainkan juga mensyaratkan adanya keinginan bicara. Untuk hidup kita bukan hanya butuh makanan dan pakaian, tetapi diperlukan juga keinginan untuk hidup.

Kehidupan yang nyaman, kehidupan yang sejahtera, karya-karya agung umat manusia, perwujudan-perwujudan cinta dan kasih sayang antarmanusia, dsb, semuanya dapat terwujud karena adanya keinginan atau kehendak.

Tidak dipungkiri bahwa kerusakan dalam hidup manusia (bencana, perang, penyakit) terjadinya juga tidak lepas dari adanya keinginan-keinginan. Keinginan menguasai pihak lain menghasilkan perang; keinginan mengeksploitasi lingkungan alam menghasilkan bencana; dan keinginan untuk hidup bebas tanpa aturan dapat mendatangkan penyakit.

Dengan demikian, keinginan dapat dibedakan atas keinginan yang luhur dan yang merusak (destruktif). Keinginan luhur, dalam jangka panjang menghasilkan hal-hal yang menyenangkan. Sementara itu, keinginan destruktif (biasanya merupakan keinginan egoistis dari individu atau kelompok) dalam jangka panjang menghasilkan hal-hal yang merusak dan menimbulkan kesengsaraan bagi diri sendiri dan orang lain.

Di sisi lain, keinginan juga dapat dibedakan dari hal kuat atau lemahnya keinginan tersebut. Bila kita memiliki keinginan yang kuat dalam satu hal, kita memiliki daya penggerak untuk mewujudkannya menjadi suatu tindakan.

Lain halnya bila kita hanya sedikit memiliki keinginan dalam suatu hal, kita juga hanya memiliki sedikit daya penggerak untuk mewujudkannya menjadi suatu tindakan. Jadi, bila dalam hidup kita memiliki keinginan yang kuat, besar kemungkinan kita untuk mencapai sesuatu seperti yang kita inginkan.

Selain itu, keinginan dapat dibedakan dari terkendali atau tidaknya. Keinginan yang tidak terkendali menyeruak tanpa memedulikan situasi lingkungan ataupun diri sendiri, dan bila tidak tercapai kita akan merasa sangat menderita (frustrasi).

Sementara keinginan yang terkendali, meskipun mungkin kuat, perwujudannya dalam tindakan tetap menimbang situasi lingkungan dan diri sendiri, dan bila tidak tercapai kita tidak sampai sangat menderita.

Keinginan dan Kebijaksanaan
Ada kalanya kita menemukan seseorang yang sangat aktif, banyak kemauan (keinginan). Ada yang aktif dan selalu mendahulukan/memaksakan keinginannya, dan ada pula yang aktif tetapi bijaksana mengatur keinginannya.

Menurut Hazrat Inayat Khan, orang yang setiap saat memaksakan kehendaknya, akan sangat cepat tegang dan membuatnya cepat lelah. Keadaannya dapat digambarkan seperti seseorang yang memegang seutas tali, dan dengan keyakinannya dia menggesekkan tali itu pada sisi tajam sebuah batu. Orang yang sering memaksakan keinginan seperti itu lebih sering cepat gagal.

Memaksakan keinginan atau kehendak adalah tindakan yang tidak bijaksana. Hal ini menunjukkan tiadanya pengendalian. Namun, orang yang bijaksana tetapi tanpa kehendak (tanpa keinginan kuat), sama payahnya dengan orang yang memaksakan keinginan. Ia tidak akan membawa kemajuan apa-apa.

Antara keinginan dan kebijaksanaan, keduanya perlu berjalan bersama dan selaras. Tidak perlu ada salah satu yang didahulukan. Sumber kebijaksanaan adalah ketenangan pikiran. Bila pikiran tenang, ia akan menghasilkan pemikiran yang benar dan kebijaksanaan memancar darinya. Dalam ketenangan pikiran, kehendak dan kebijaksanaan menyatu dan mengantarkan seseorang pada keberhasilan.

Dalam kaitannya dengan mengelola keinginan, istilah “pemikiran yang benar” tersebut di atas berarti pemahaman yang benar terhadap keinginan yang ada dalam diri sendiri dan juga bagaimana mewujudkannya agar tidak mengganggu keselarasan dalam hubungan dengan orang lain.

Untuk itu, diperlukan juga pemahaman terhadap keinginan orang lain. Bila terdapat pengertian yang utuh antara keinginan sendiri dan keinginan orang lain, kita akan menemukan posisi yang tepat untuk menentukan tindakan yang terbaik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dengan mengenali keinginan-keinginan diri secara demikian, selanjutnya kita akan menemukan bahwa keinginan-keinginan kita yang egoistis atau keinginan-keinginan primitif mereda, sementara keinginan-keinginan yang luhur yang selaras dengan orang lain diperkuat.

Hal ini terjadi karena pemahaman yang utuh tersebut menghasilkan empati terhadap orang lain dan rasa sama dengan orang lain. Dengan sendirinya, keinginan-keinginan kita yang berkembang lebih lanjut adalah keinginan-keinginan yang selaras dengan orang lain atau keinginan-keinginan yang terkendali, yakni kehendak.

Kendalikan Emosi dan Tindakan
Kehendak adalah hal yang luhur. Tanpa ada kehendak, tidak akan ada perkembangan kehidupan. Yang ada adalah impuls-impuls keinginan yang liar yang justru dapat membawa kesusahan, bahkan kematian.

Kehendak dapat diperkuat melalui latihan, dengan menanggulangi rintangan, baik di dalam diri atau di luar diri, melalui tindakan yang berlawanan dengan kecondongan diri sendiri (impuls).

Dengan memastikan impuls-impuls dalam pemeriksaan, kita tidak membiarkan diri dikuasai kemarahan, kesenangan, kesedihan, atau kesenangan dan kesedihan yang ekstrem. Kita juga tidak membiarkan diri dikendalikan oleh mood (emosi) negatif, dan bahkan dapat menggantinya dengan emosi yang positif.

Kemampuan seseorang untuk mengorganisasi dan mengatur tindakan-tindakan terjadi melalui perkembangan serangkaian kemampuan (Maccoby, 1980):
  • Mampu menunda tindakan-tindakan tertentu bila ia ingin meraih suatu konsekuensi-konsekuensi yang lebih dapat diterima. Contoh, untuk dapat mengalami perkawinan yang langgeng, ia menunda perkawinan sampai menemukan orang yang betul-betul dapat diandalkan.
  • Konsekuensi-konsekuensi jangka panjang lebih dipertimbangkan dalam pemilihan tindakan saat ini.
  • Apabila pencapaian tujuan terhambat, ia mampu secara aktif menemukan jalan keluar, menyingkirkan hambatan.
  • Apabila aktivitas pencapaian tujuan terhambat, ia tidak menjadi sedemikian emosional hingga melakukan hal-hal yang tidak terorganisasi (lepas kendali).
  • Mampu mengintegrasikan usaha-usahanya sehingga selaras dari waktu ke waktu.
  • Mampu berkonsentrasi, mengabaikan stimulus yang tidak relevan dengan tujuan, dan memaksimalkan masukan informasi (dari lingkungan dan dari memori) yang diperlukan untuk melaksanakan rencana-rencana yang telah disusun. @MM Nilam Widyarini M.Si
    Kandidat Doktor Psikologi

Saturday, May 1, 2010

10 Mitos Tentang Tidur


Aku ambil artikel ini dari kapanlagi.com, main-main browsing sambil baca-baca hal yang terbaru dan menarik " weh! malah ku nemu artikel seperti ini tapi menari juga karena gak nyangka kalau tidur tuh ada mitosnya juga ya...!hehehe, kalau kita ingat-ingat sih" beberapa mitos yang beredar di masyarakat tentang tidur. Kedengarannya memang remeh, hanya masalah tidur. Tetapi berapa di antara Anda yang mengalami kesulitan dalam tidur? Nah lihat, banyak kan. Yuk simak beberapa mitos tidur berikut ini, siapa tahu Anda menemukan jawaban atas pertanyaan Anda selama ini , jadi malam hari nanti Anda dapat tidur dengan nyenyak.

1. Anda boleh begadang saat weekend

Mitos: Weekend adalah saat seru untuk hangout dengan teman-teman atau orang yang Anda cintai. Hari itu sepertinya Anda bebas bersenang-senang setelah lima hari penat bekerja, tak ada salahnya begadang.

Yang benar: walaupun lelah bekerja selama lima hari penuh, bukan berarti tubuh tak memerlukan istirahat saat weekend. Memang keesokannya kita tak harus bangun pagi, namun kualitas tidur yang cukup akan membantu Anda menjaga dan merawat kesehatan. Tak harus begadang untuk mendapatkan kesenangan dan hiburan kan?

2. Semakin bertambah tua jam tidur yang dibutuhkan berkurang

Mitos: orang tua/ dewasa membutuhkan waktu tidur yang lebih singkat dari pada anak-anak. Bayi membutuhkan waktu tidur yang lebih panjang, namun semakin dewasa waktunya akan diisi dengan melakukan kegiatan dan jam tidur yang dibutuhkan terus berkurang.

Yang benar: tentu setiap orang memerlukan waktu tidur yang cukup. Bukan berarti orang dewasa hebat dan tak butuh tidur lama. Tubuh relatif memerlukan perlakuan yang sama, setidaknya waktu tidur setiap harinya adalah 8 jam. Dengan demikian tubuh akan selalu sehat dan bugar saat akan kembali beraktivitas keesokan harinya.

3. Kerja keras seharian agar dapat tidur nyenyak di malam hari

Mitos: terkadang sulit bagi kita untuk tidur di malam hari, untuk itu lebih baik diforsir saja, jika memang tubuh kelelahan pastinya nanti akan tidur nyenyak dengan sendirinya.

Yang benar: agar dapat tidur nyenyak, olahraga teratur adalah solusi paling tepat. Otot-otot tubuh tak hanya sekedar butuh bergerak, namun stretching akan membantu memperlancar peredaran darah. Jika aliran darah dalam tubuh lancar, maka saat beristirahat temperatur tubuh akan menurun, di sinilah kenyamanan tidur tercapai. Secara otomatis Anda akan mengantuk dan jam tidur Anda akan lebih teratur.

4. Tidur dibutuhkan untuk memberikan istirahat pada otak

Mitos: kita butuh tidur agar otak juga dapat beristirahat setelah diforsir selama seharian penuh dengan kegiatan-kegiatan yang membuat kita supersibuk.

Yang benar: bagian tubuhlah yang membutuhkan istirahat, bukan otak. Yang perlu kita tahu, otak masih tetap bekerja sekalipun kita tidur. Jadi agar otak lebih rileks dan beristirahat, lakukan kegiatan yang membuat otak Anda merasa nyaman, misalnya berjalan-jalan, rekreasi atau hobby yang tak memerlukan terlalu banyak effort dari otak Anda.

5. Tunggu sampai Anda ketiduran

Mitos: jika Anda terbangun di tengah malam dan Anda ingin tidur lagi, tetap saja berbaring sampai Anda tertidur. Jangan beranjak dari tempat tidur, karena Anda pastinya tak akan bisa tidur lagi.

Yang benar: terbangun di tengah malam dan sulit rasanya untuk tidur lagi, ah ini adalah hal yang menyebalkan, padahal sebelumnya Anda sedang asyik menikmati liburan di Hawaii (walaupun sekedar bermimpi). Bangun dari pembaringan Anda, kemudian ambil buku bacaan atau dengarkan musik yang membuat Anda rileks. Dengan demikian Anda akan mudah mengantuk dan melanjutkan mimpi indah Anda.

6. Tempat tidur khusus

Mitos: tak apa jika memang Anda ingin bermain PS atau menonton TV di atas tempat tidur. Siapa tahu dengan begitu Anda akan lebih cepat mengantuk dan tak perlu berjalan jauh lagi untuk tidur. Sandarkan saja kepala Anda dan zzzz...mimpi indah terbentuk.

Yang benar: hindari melakukan aktivitas yang bukan tidur atau melakukan hubungan seks di tempat tidur Anda. Ini akan membuat Anda terbiasa dan akhirnya sulit untuk tidur. Tempat tidur Anda adalah tempat yang spesial, biarkan momen-momen impian dan keindahan hubungan seks saja yang tertinggal di sana. Jangan biarkan aktivitas lain mengganggu keindahan momen-momen ini.

7. Seks di malam hari

Mitos: hubungan seks yang dilakukan malam hari hanya akan
membuat Anda tetap terjaga.

Yang benar: beberapa waktu mungkin Anda akan bangun (selama Anda melakukan hubungan seks), tetapi kemudian Anda tentunya akan kembali tidur setelah melakukan aktivitas yang cukup melelahkan. Dan menariknya, seks di malam hari membantu Anda membuang energi buruk.

8. Pengaturan temperatur kamar

Mitos: menghangatkan tubuh di balik selimut akan membuat Anda lebih mudah tertidur.

Yang benar: jika temperatur ruangan sedang panas, tentunya selimut tidak akan membuat Anda lekas tidur dengan lelap. Berikan sedikit udara segar yang semilir membuai Anda, nyalakan AC dan atur suhunya. Keadaan yang dingin akan membuat Anda lebih mudah tidur nyenyak.

9. Mendengkur

Mitos: mendengkur adalah hal biasa yang dilakukan seseorang saat tubuh kelelahan beraktivitas, sehingga efek yang dimunculkan adalah mendengkur di malam hari.

Yang benar: mendengkur bukan cuma hal biasa, bagi beberapa orang hal ini bisa berarti gangguan tidur yang serius. Sebaiknya Anda yang mendengkur setiap hari secepatnya mengunjungi dokter, mungkin ada beberapa gangguan di tenggorokan Anda.

10. Alkohol membantu tidur lebih cepat

Mitos: adakalanya jika Anda ingin tidur, segelas alkohol diperlukan sebagai pengantarnya. Alkohol akan membuat perasaan Anda lebih tenang dan nyaman, sehingga Anda akan lebih mudah tidur.

Yang benar: Ya! Anda memang akan lekas tidur setelah minum alkohol, ya tentunya setelah Anda mabuk, tak mungkin bagi Anda untuk tetap terjaga bukan? Alkohol tak akan membantu Anda, secangkir teh hangat atau susu akan lebih membantu, dan efeknyapun bagus untuk kesehatan Anda ketimbang harus tidur karena sudah mabuk.

Semoga tidur Anda nyenyak malam ini!

Friday, April 30, 2010

Lima Perilaku Menjengkelkan di Kantor

Sebelumnya aku posting tentang masalah kesalahan fresh graduate dalam dunia kerja dan sekarang aku posting tentang masalah dalam dunia kerja sumbernya dari vivanews.com. Dalam dunia jika memiliki rekan kerja atau mitra dengan perilaku menyebalkan terkadang sangat tidak menyenangkan. Berkomunikasi atau bekerja sama dengan mitra kerja seperti itu menjadi pilihan terakhir dalam pikiran Anda.

Perkataan yang dilontarkan rekan atau atasan seringkali membuat tersinggung meski Anda telah melakukan tanggung jawab dan kewajiban. Kesalahan kecil saja, membuat atasan langsung menegur Anda. Atau, bisa juga rekan kerja meminta Anda melakukan sesuatu seperti layaknya seorang bos.

Seperti dikutip dari the Frisky, pakar kepemimpinan dan psikolog Sylvia LaFair membuka alasan di balik perilaku menjengkelkan rekan kerja. Menurutnya, perilaku menyebalkan di kantor berakar dari pengalaman yang dialami pada masa kanak-kanak.


Sylvia menawarkan teknik baru untuk mengidentifikasi asal-usul perilaku kerja yang buruk dan meredakan kebiasaan berbahaya tersebut. Langkah pertama mengidentifikasi pola kerja yang tak berfungsi di kantor. Setelah itu, lakukan perubahan secara menyeluruh.

Buku karangan Sylvia LaFair, 'Don’t Bring It To Work' menjelaskan beberapa jenis disfungsi prilaku dalam kerja serta penyebab luka dari masa kecil mereka.

1. Penganiaya (Persecutor)

Orang jenis ini tak segan mengatur hal-hal kecil dan memperhatikan pelanggaran-pelanggaran orang lain. Beberapa cirinya adalah email pasif-agresif yang cenderung menyalahkan orang lain.

Mengapa terjadi? Orang seperti ini tumbuh dengan pelecehan atau pengabaian dari orang tua.

2. Pura-pura (Denier)

Karyawan tipe ini tidak realistis dan berpura-pura tidak ada masalah dalam pekerjaan atau kondisi kantor. Saat keuangan kantor mengalami kerugian dan krisis berat, pendapat sebagian besar orang adalah "Perusahaan akan bangkrut". Mereka akan keukeuh dengan ucapan, "Akan ada bonus untuk semua orang!"

Kemungkinan terbesar dari tipe orang ini adalah mereka berasal dari keluarga yang takut membicarakan hal-hal tidak menyenangkan.

3. Penghindar (Avoider)

Dia adalah orang pertama yang menghindari atau keluar kantor setiap kali akan berlangsung rapat yang akan menyampaikan 'berita buruk' atau menjelang deadline. Sebabnya, di masa kanak-kanak, orangtua mereka terlalu menghakimi atau tidak memiliki hubungan kuat dengan orang tua.

4. Si Berprestasi (Super Achiever)

Orang seperti ini mendorong diri agar terus unggul dalam segala hal. Mereka memimpikan untuk selalu meraih keuntungan bagi dirinya. Orang seperti ini akan merasa gagal jika ada hal yang menyiratkan bahwa mereka telah melakukan kesalahan. Jadi, sekuat tenaga, tipe seperti ini akan berusaha membuat orang lain terlihat buruk.

Di masa kecil, biasanya orang seperti ini memiliki pengalaman rasa malu atau tragedi dalam keluarga. Maka, mereka berusaha menebusnya dengan segala cara.

5. Martir

Orang ini melakukan pekerjaan semua orang. Mereka datang lebih awal setiap hari dan bekerja lembur setiap malam. Mereka juga bangga dan selalu menceritakannya kepada semua orang.

Alasan utama dari prilaku pekerja jenis ini adalah semasa kecil mereka mencoba untuk menyenangkan orangtua yang tidak menyukai impian mereka.

Apakah salah satu jenis terdengar akrab bagi Anda?

Wednesday, April 28, 2010

6 KESALAHAN FRESH GRADUATE DI TEMPAT KERJA


Iseng-iseng browsing sambil buka email Eh"" ku "gak sengaja nemu artikel sangat menarik nih" di yahoo.com "pas" buat mahasiswa yang mau lulus kuliah atau yang sudah lulus. Seperti gue ini yang insya Allah sekitar bulan Juli mo" wisuda. Amin". Nah" ketika Gelar sarjana sudah di tangan, kini saatnya bersiap menghadapi tantangan baru di dunia kerja. Tapi hati-hati, ada 6 hal penting yang sering diabaikan para fresh graduate selama menjalani pekerjaan pertamanya. Apa saja?

1. Karena saya bergelar sarjana, saya tak perlu berurusan dengan hal-hal yang remeh
Ini pemikiran yang salah. Kebanyakn fresh graduate justru memulai dari bawah. Apapun gelar Anda, cara terbaik untuk mempelajari bisnis adalah dengan merangkak dari bawah, mengerjakan hal-hal kecil yang dianggap "kurang penting". Tenang saja, jika Anda mengerjakan tugas ini dengan baik, Anda pasti akan diberi tugas yang jauh lebih menantang.

2. Berpikiran sempit
Mahasiswa biasanya sangat idealis. Mereka punya opini pro atau kontra terhadap semua hal, dan memegang teguh pandangannya itu. Sedangkan di tempat kerja, kita dituntut untuk mempertimbangkan semua pilihan, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

3. Menganggap enteng social media
Para fresh graduate biasanya tidak memikirkan dampak dari isi Facebook dan Twitter mereka terhadap pekerjaan. Bukan hanya bisa merusak imej profesional, menggunakan social media dengan kurang bijak bisa membuat Anda dipecat.

4. Menunda-nunda
Saat kuliah, jika Anda menunda mengerjakan tugas hingga mepet deadline, hanya Anda yang akan dirugikan. Sementara di tempat kerja, jika Anda menunda pekerjaan, pekerjaan orang lain pun akan ikut terganggu. Imej Anda di mata atasan pun akan rusak.

5. Tidak bergaul dengan senior
Memang lebih asyik makan siang dengan rekan-rekan kerja yang seumuran. Tapi jika ingin mendaki tangga karier dengan lebih cepat, Anda juga harus bergaul dengan para senior.

6. Lupa berterima kasih
Sekecil apapun bantuan yang diberikan oleh rekan kerja atau atasan Anda, jangan pernah lupa untuk mengucapkan terima kasih secara tulus. Jika Anda terkesan tidak peduli, mereka akan berpikir dua kali jika harus membantu Anda lagi.

Saturday, April 24, 2010

Bagaimana Menjadi Besar dengan Berpikir Besar


Sekarang yang kuposting ini" kadang-kadang lebih sering motivasinya,ya"!. Sebab buku-buku yang kupunya selain buku akademik kuliahku (sastra inggris) yaitu agama, komputer, bisnis dan motivasi. Nah" kalau pas lagi waktu nganggur, kubaca-baca deh" bukunya biar bermanfaat. Nah sesuai dengan temanya bagaimana menjadi besar dengan berpikir besar" maka dari itu langsung aja, beberapa tipsnya yaitu:


1). Jangan mengidap kompleks inferioritas. Taklukkan kebiasaan mencela diri. Berkonsentrasilah pada aset atau kelebihan anda. Anda lebih baik dari pada yang anda duga.

2). Gunakan kosakata pemikir besar, cerah, ceria. Gunakan kata-kata yang menjanjikan kemenangan, harapan, kebahagiaan, kesenangan; hindari kata-kata yang menimbulkan gambaran tidak menyenangkan berupa kegagalan, kekalahan, kesedihan.

3). Bentangkan visi anda. Lihat apa kemungkinannya, bukan hanya apa yang ada. Praktekkan menambah nilai pada benda, pada orang, dan pada diri sendiri.

4). Dapatkan pandangan yang besar mengenai pekerjaan anda. Berpikirlah, benar-benar berpikir bahwa pekerjaan anda yang sekarang benar-benar penting. Bahwa promosi berikutnya bergantung terutama pada bagaimana anda berpikir mengenai pekerjaan anda sekarang.

5). Jangan berpikir tentang hal-hal yang sepele. Fokus kan perhatian anda pada sasaran yang besar. Sebelum terlibat di dalam persoalan yang kecil, bertanyalah kepada diri sendiri, " Apakah ini benar-benar penting?".

Semua tips tersebut kuambil dari buku karangan David J. Schawrtz yang berjudul " The Magic of Thinking Big" semoga kita semua dapat memahaminya dan mempraktekannya. Good luck!


Monday, April 5, 2010

Selalu Siap Saat Ada Kesempatan


Setelah aku baca-baca Tabloid komputer punya temanku meskipun saat bacanya banyak yang gak mudeng hehehe (maklum bukan jurusannya) tapi ada sih beberapa yang gue tau kan lumayan bisa nambah-nambah ilmu meski sedikit. Yap" balik lagi waktu baca aku menemukan perjalan hidup seseorang yang bisa bekerja di salah satu Perusahaan terbesar Amerika Serikat yaitu Microsoft di Redmond, namanya Hermawan Sutanto yang lahir pada tanggal 9 agustus 1976 di Probolinggo. Dia lulusan sekolah tinggi tekhnik surabaya jurusan teknik elektro. Wah" gila anak elektro bisa sukses gitu, ayo anak yang asli dari jurusan TI ( Teknologi Informasi) jangan mau kalah.

Nih aku kutip mottonya/motivasinya agar kita semangat kerja selalu katanya mas Hermawan bahwa Untuk bisa hidup di dunia kerja dimanapun. Ada dua hal yang penting:

1. Orang akan terlatih untuk punya kemampuan adaptasi terhadap berbagai kultur.

2. Agility. Artinya kita dituntut agar cepat bereaksi terhadap kebutuhan pasar. Kita harus punya pemikiran strategis. Hal lain yang penting adalah pendidikan dan bahasa. Orang yang berpendidikan tinggi dan bisa berbagai bahasa punya kesempatan yang lebih luas. Point pentingnya "Ketika ada kesempatan belajar, manfaatkanlah sebaik-baiknya. "Enggak ada orang yang beruntung. Yang ada yaitu orang yang siap ketika kesempatan itu datang".

"Wah kata-katanya sangat bersemangat sekali. Maaf kalau gak aku cantumkan semua biografinya karena yang gue ambil hanya kata-kata motivasinya. Sekian dulu "good luck".

Thursday, March 18, 2010

Mengikat ilmu dengan blog


Ini motivasi untuk para blogger dan teman-temanku untuk semangat mengeblog bagi yang puny blog dan segera membuat blog bagi yang masih belum punya blog. Ada pepatah mengatakan, "Ikatlah ilmu dengan menuliskannya". Sejak berabad-abad silam, para cerdik cendekia telah mempraktekan petuah ini. Menulis adalah tradisi para ilmuwan dan orang-orang terdidik. Blog sebenarnya adalah media bagi mereka yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan dengan buku catatan harian atau buku pelajaran di sekolah. Dengan blog, pemikiran, ilmu, pengetahuan anda bisa diakses dan diuji orang lain. Komentar-komentar yang ditinggalkan oleh pembaca adalah umpan balik yang akan memperkaya wawasan dan ilmu anda. Jadi, tidak berlebihan bila ada yang mengatakan bahwa nge-blog sebenarnya adalah tradisi orang-orang terdidik dimilenium ke-3 ini. (sumber: PC mild)

Tuesday, January 5, 2010

Menjadi Orang Tabah


Siapa pun kita, tidak ada yang bebas dari tekanan hidup atau stres. Bagaimana kita menyikapi atau merespon stres, ternyata sangat membedakan kita satu sama lain.

Ada orang yang mudah mengeluh dan mudah menyerah dalam menghadapi tekanan hidup. Ada pula yang begitu tegar, optimistis, dan memandang tekanan hidup sebagai tantangan yang dapat dihadapi. Perbedaan ini dapat disebut perbedaan dalam ketabahan menghadapi stres. Ketabahan hati ternyata memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan fisik dan mental kita.

Ketabahan hati, keteguhan hati, atau hardiness, merupakan topik yang jarang dibicarakan dalam psikologi. Untunglah, hal tersebut masih menjadi perhatian sebagian kalangan psikologi, sehingga kita dapat memanfaatkan pengetahuan mengenai ketabahan hati untuk keperluan praktis dalam menghadapi persoalan hidup.

Dalam uraian ini kita akan menemukan pengertian, komponen-komponen, dan manfaat dari ketabahan hati.



Pengertian Kobasa dkk. dalam Journal of Personality and Social Psychology (1982) menjelaskan ketabahan hati sebagai suatu konstelasi karakteristik kepribadian yang berfungsi sebagai sumber daya untuk menghadapi peristiwa-peristiwa hidup yang menimbulkan stres.

Tokoh lain, Cotton (1990), lebih jelas lagi mengartikan ketabahan hati sebagai komitmen yang kuat terhadap diri sendiri, sehingga dapat menciptakan tingkah laku yang aktif terhadap lingkungan dan perasaan bermakna yang menetralkan efek negatif stres.

Sementara Quick dkk. (1997) menyatakan ketabahan hati sebagai konstruksi kepribadian yang merefleksikan sebuah orientasi yang lebih optimistis terhadap hal-hal yang menyebabkan stres. Ini sesuai dengan pendapat Kobasa yang melihat ketabahan hati sebagai kecenderungan untuk mempersepsikan atau memandang peristiwa-peristiwa hidup yang potensial mendatangkan stres sebagai sesuatu yang tidak terlalu mengancam.

Orang yang memiliki ketabahan hati memiliki keberanian berkonfrontasi terhadap perubahan atau perbedaan dan menarik hikmah dari keadaan tersebut (Foster & Dion, 2004).

Nah, apa yang dapat Anda simpulkan mengenai ketabahan hati berdasarkan berbagai penjelasan tadi?

Komponen Komponen atau aspek apa saja yang terdapat dalam ketabahan hati? Pengetahuan mengenai hal ini memberikan kejelasan kepada kita untuk dapat mewujudkan ketabahan dalam hidup kita.

Franken dalam bukunya Human Motivation (2002) menjelaskan adanya tiga komponen di dalam ketabahan hati. Ketiga komponen itu adalah:

1. Kontrol Komponen ini berisi keyakinan bahwa individu dapat memengaruhi atau mengendalikan apa saja yang terjadi dalam hidupnya. Individu percaya bahwa dirinya dapat menentukan terjadinya sesuatu dalam hidupnya, sehingga tidak mudah menyerah ketika sedang berada dalam keadaan tertekan.

Individu dengan ketabahan hati yang tinggi memiliki pandangan bahwa semua kejadian dalam lingkungan dapat ditangani oleh dirinya sendiri dan ia bertanggung jawab terhadap apa yang harus dilakukan sebagai respon terhadap stres. Seorang tokoh, DuDell, menjabarkan komponen ini menjadi empat, yaitu: (a) kerelaan dan keterampilan untuk membuat keputusan yang baik; (b) perasaan otonomi diri dan perasaan adanya suatu pilihan yang dapat diambil; (c) kemampuan untuk melihat peristiwa yang menyebabkan stres sebagai suatu bagian dari kehidupan; (d) motivasi untuk berprestasi sesuai dengan tujuan.

2. Komitmen Komponen ini berisi keyakinan bahwa hidup itu bermakna dan memiliki tujuan. Individu juga berkeyakinan teguh pada dirinya sendiri walau apa pun yang akan terjadi.

Individu dengan ketabahan hati yang tinggi percaya akan nilai-nilai kebenaran, kepentingan dan nilai-nilai yang menarik tentang siapakah dirinya dan apa yang mampu ia lakukan. Selain itu, individu dengan ketabahan hati yang tinggi juga percaya bahwa perubahan akan membantu dirinya berkembang dan mendapatkan kebijaksanaan serta belajar banyak dari pengalaman yang telah didapat. DuDell menjabarkan komponen ini menjadi empat, yaitu: (a) ketertarikan dan keingintahuan tentang hidup; (b) keyakinan dan ketahanan diri; (c) kerelaan untuk mencari bantuan dan dukungan sosial; (d) kemampuan mengenali nilai-nilai pribadinya yang unik dan tujuannya sendiri.

3. Tantangan Komponen ini berupa pengertian bahwa hal-hal yang sulit dilakukan atau diwujudkan adalah sesuatu yang umum terjadi dalam kehidupan, yang pada akhirnya akan datang kesempatan untuk melakukan dan mewujudkan hal tersebut.

Dengan demikian individu akan secara ikhlas bersedia terlibat dalam segala perubahan dan melakukan segala aktivitas baru untuk bisa lebih maju. Individu seperti ini biasanya menilai perubahan sebagai sesuatu yang menyenangkan dan menantang daripada sesuatu yang sifatnya mengancam. Dengan pandangan yang terbuka dan fleksibel, tantangan dapat dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan harus dihadapi. Bahkan, tantangan dilihat sebagai kesempatan untuk belajar lebih banyak.

DuDell menjabarkan komponen ini menjadi empat, yaitu: (a) pendekatan yang fleksibel terhadap orang lain dan kondisi-kondisi tertentu; (b) memandang segala sesuatu secara positif dan optimis; (c) kerelaan untuk mengambil risiko yang membangun; (d) penghargaan serta penerimaan atas keunikan diri sendiri sebagai suatu berkah.

Tidak Mudah Jatuh Sakit Orang yang tabah dapat memetik beberapa manfaat bagi dirinya. Wahyu Rahardjo dalam laporan penelitiannya mengenai ketabahan hati (2005) merangkum dari berbagai literatur, dan menuliskan adanya tujuh fungsi ketabahan hati ini.

1. Membantu dalam proses adaptasi Individu dengan ketabahan yang tinggi akan sangat terbantu dalam melakukan proses adaptasi terhadap hal-hal baru, sehingga stres yang ditimbulkan tidak banyak. Sebuah penelitian membuktikan bahwa etnis Cina Kanada yang tinggal di Toronto, yang memiliki ketabahan hati lebih tinggi, lebih mudah beradaptasi dan mengurangi efek kecemasan serta tetap memiliki harga diri yang tinggi ketika mengalami diskriminasi. Sebuah penelitian lain memiliki hasil yang senada, menunjukkan bahwa ketabahan hati dapat membantu penyesuaian diri remaja pria yang melakukan wajib militer.

2. Lebih memiliki toleransi terhadap frustrasi Sebuah penelitian terhadap dua kelompok mahasiswa, yaitu kelompok yang memiliki ketabahan hati tinggi dan yang rendah, menunjukkan bahwa mereka yang memiliki ketabahan hati tinggi menunjukkan tingkat frustrasi yang lebih rendah dibanding mereka yang ketabahan hatinya rendah.

Senada dengan hasil penelitian itu, penelitian lain menyimpulkan bahwa ketabahan hati dapat membantu mahasiswa untuk tidak berpikir akan melakukan bunuh diri ketika sedang stres dan putus asa.

3. Mengurangi akibat buruk dari stres Kobasa yang banyak meneliti ketabahan hati menyebutkan bahwa ketabahan hati sangat efektif berperan ketika terjadi periode stres dalam kehidupan seseorang. Demikian pula pernyataan beberapa tokoh lain. Hal ini dapat terjadi karena mereka tidak terlalu menganggap stres sebagai suatu ancaman.

4. Mengurangi kemungkinan terjadinya burnout Burnout, yaitu situasi kehilangan kontrol pribadi karena terlalu besarnya tekanan pekerjaan terhadap diri, sangat rentan dialami oleh pekerja-pekerja emergency seperti perawat dsb. yang memiliki beban kerja tinggi. Untuk individu yang memiliki beban kerja tinggi, ketabahan hati sangat dibutuhkan untuk mengurangi burnout yang sangat mungkin timbul. Sebuah penelitian memberikan hasil yang sesuai dengan pernyataan itu, yaitu perawat yang memiliki ketabahan hati tinggi, ternyata lebih sulit mengalami burnout dibanding perawat yang ketabahan hatinya rendah.

5. Mengurangi penilaian negatif terhadap suatu kejadian atau keadaan yang dirasa mengancam dan meningkatkan pengharapan untuk melakukan coping yang berhasil Coping adalah penyesuaian secara kognitif dan perilaku menuju keadaan yang lebih baik, bertoleransi terhadap tuntutan internal dan eksternal yang terdapat dalam situasi stres. Ketabahan hati membuat individu dapat melakukan coping yang cocok dengan masalah yang sedang dihadapi. Individu dengan ketabahan hati tinggi cenderung memandang situasi yang menyebabkan stres sebagai hal positif, dan karena itu mereka dapat lebih jernih dalam menentukan coping yang sesuai.

Pernyataan dari Schult & Schult (1994) tersebut didukung oleh sebuah penelitian terhadap perawat yang menunjukkan bahwa mereka yang memiliki ketabahan hati tinggi lebih baik dalam memilih coping yang sesuai dengan masalah yang dihadapi.

6. Lebih sulit untuk jatuh sakit yang biasanya disebabkan oleh stres Ketabahan hati dapat menjaga individu untuk tetap sehat walaupun mengalami kejadian-kejadian yang penuh stres (Smet, 1994). Karena lebih tahan terhadap stres, individu juga akan lebih sehat dan tidak mudah jatuh sakit karena caranya menghadapi stres lebih baik dibanding individu yang ketabahan hatinya rendah (Cooper dkk, 1998).

7. Membantu individu untuk melihat kesempatan lebih jernih sebagai suatu latihan untuk mengambil keputusan. Kobasa & Pucetti (1983) menyatakan bahwa ketabahan hati dapat membantu individu untuk melihat kesempatan lebih jernih sebagai suatu latihan untuk mengambil keputusan, baik dalam keadaan stres ataupun tidak. @ M.M Nilam Widyarini M.Si Kandidat Doktor Psikologi

Sumber:kompas.com